Meditation Gathering Yogyakarta: Sehari Berdamai dengan Luka
Tidak semua luka terlihat, namun banyak yang masih tersimpan dan memengaruhi cara kita menjalani hari. Melalui sesi Meditation Gathering ini, kami mengundang kamu untuk hadir sejenak, memperlambat langkah, mendengarkan diri sendiri, dan memberi ruang bagi bagian-bagian diri yang selama ini mungkin belum sempat dipeluk.
Bersama Annisa Poedji Pratiwi, M.Psi., Psikolog, Associate Psychologist Ibunda.id & Meditation Practitioner, kamu akan diajak menjalani pengalaman reflektif yang menggabungkan praktik mindfulness, meditasi terpandu, journaling reflektif, serta sharing circle dalam suasana yang aman dan hangat.
Dresscode: Atasan putih yaa!
Dengan membeli tiket ini, pembeli dan pemegang tiket dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui seluruh syarat dan ketentuan yang berlaku serta dapat berubah sewaktu-waktu.
- Tiket hanya dapat dibeli melalui website insightme.id dengan link resmi yang dibagikan melalui media sosial @insightme.id
- Pastikan pembelian tiket dilakukan menggunakan data yang sah dan benar.
- Setiap tiket hanya berlaku untuk 1 (satu) peserta dan tidak dapat digunakan oleh lebih dari 1 (satu) orang secara bersamaan.
- Tiket yang telah dibeli bersifat non-refundable (tidak dapat diuangkan kembali).
- Tiket yang tidak digunakan atau peserta yang tidak hadir (no-show) pada hari pelaksanaan acara dinyatakan hangus dan tidak dapat digunakan kembali.
- Dengan membeli tiket ini, Anda menyetujui pengumpulan, penyimpanan, dan penggunaan data pribadi secara terbatas untuk keperluan InsightMe by Ibunda.id.
- Pemegang Tiket memberikan hak kepada Penyelenggara untuk melakukan dokumentasi berupa foto, video, atau rekaman lainnya selama acara untuk keperluan dokumentasi, publikasi, dan promosi InsightMe. Peserta yang tidak bersedia didokumentasikan wajib menginformasikan kepada panitia sebelum acara berlangsung.
Mohon cek akun Instagram @insightme.id secara berkala untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai acara.
Ruang untuk Pulih: Are We Actually Okay, or Are We Just Pretending?
The Story Behind Me: Merangkul Cerita Lama, Menemukan Diri yang Baru